
Kamis sore (16/2), Auditorium Wisma Nusantara dipadati oleh ratusan orang yang mengikuti acara silaturrahim bersama Pusat Informasi dan Pelayanan Partai Keadilan Sejahtera (Mesir). Bisa dikatakan peserta yang hadir sudah mewakili Masisir secara keseluruhan, karena dari pengamatan yang dilakukan panitia, tidak semua peserta adalah kader PIP PKS Mesir. Acara ini juga digandengkan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad s.a.w.
16.45 CLT, pembukaan acara yang diiringi dengan lantunan ayat suci Al Quran, menambah kekhusyukan dan ketenangan di Auditorium Wisma Nusantara. Ketua PIP PKS Mesir sendiri, Ust. Ahmad Tarmizi, Lc. Dipl. sangat bersemangat dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa, “Bukan hanya kuantitas yang kita tingkatkan, tapi peningkatan kualitas menjadi fokus kita bersama”. Dari sini bisa kita tangkap, PIP PKS Mesir, sebagai perpanjangan tangan dari PKS pusat, sangat mementingkan kualitas kadernya, di samping juga terus menambah kuantitas yang ada.PIP PKS Mesir sendiri, tidak nego-nego dalam menghadirkan pemateri. Pemateri langsung didatangkan dari pusat, Ust. Musyaffa Ahmad Rahim, MA. sebagai Ketua Bidang Kaderisasi DPP PKS. Sehingga kedekatan dan keakraban sebagai keluarga sendiri terasa sangat kental.
Dalam penyampaiannya, Ust. Musyaffa Ahmad Rahim, MA. dapat mengambil perhatian dan simpati dari para peserta, di samping beliau adalah utusan dari pusat, penyampaian materi yang sangat kompleks dan lugas menjadi sisi ketertarikan sendiri dalam acara kali ini. Biasanya, pada acara peringatan Maulid Nabi Muhammad s.a.w, komposisi materi hanya berputar sekitar akhlak Nabi Muhammad s.a.w, pesan-pesan beliau kepada ummatnya dan sunnah-sunnah beliau yang perlu dihidupkan. Namun, Ust. Musyaffa Ahmad Rahim, MA. meyampaikan sisi lain dari kehidupan Nabi Muhammad s.a.w, beliau menjabarkan tentang sosok Nabi Muhammad s.a.w yang sudah dikenal semenjak diciptakannnya Nabi Adam a.s, kemudian Nabi Ibrahim a.s, dan Nabi Isa a.s. Beliau juga menyampaikan seputar Bani Hasyim dan Bani Mutholib secara jelas dan terperinci, sehingga peserta yang hadir dapat merasakan dan hadir dalam sejarah Nabi Muhammad s.a.w.
Pada sesi Dialog yang dilanjutkan seusai shalat maghrib berjamaah, beliau menyampaikan tentang pentingnya tarbiyah, juga tentang pergolakan yang terjadi di Indonesia, seputar korupsi, terorisme, dan isu-isu berkembang lainnya. Dialog tentang permasalahan bangsa dan Negara memang tidak bisa terselesaikan dalam waktu 2 sampai 3 jam. Namun, karena waktu yang membatasi, mau tidak mau acara juga harus ditutup. Panitia dapat melihat bahwa, masih banyak pertanyaan yang ingin dilontarkan peserta. Di sisi lain, jawaban-jawaban yang didapatkan sebelumnya sangat memuaskan peserta. Ditambah lagi, dorprize-dorprize yang disediakan, semakin menambah hidupnya acara. Kebahagiaan jelas terpancar di wajah peserta saat meninggalkan ruangan Auditorium Wisma Nusantara.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar