Minggu, 26 Februari 2012

Dibalik Gorden Mewah DPR



“Wakil rakyat kumpulan orang hebat” petikan lagu Iwan Fals tadi sungguh dapat mewakili realita Anggota DPR yang duduk manis diatas kursi bernilai puluhan juta rupiah dengan fasilitas lengkap serba mewah asik membahas berbagai macam proyek dan menghitung berapa jumlah masing-masing yang akan diterima. dibuai perlengkapan mahal. Selain harga kursi Banggar
yang jutaan, untuk gorden di ruangan Anggota DPR pun disiapkan yang berkualitas istimewa. Setjen DPR memberikan gorden yang harganya Rp 6 juta per meter. Waw…..“Perbaikan tempat buang hajatnya diumumkan Rp 2 miliar ckckckc….
Pertanyaan kita “apa sebenarnya yang ada dalam otak mereka ?” 
Yang jelas mereka memang orang-orang hebat nan pintar !, sehingga dengan mudah minterin rakyat. Memakmurkan perut mereka sendiri diatas penderitaan rakyat yang kian menganga. Inilah gambaran kenapa mereka berani mengeluarkan modal besar untuk mendapatkan jatah kursi disenayan, dengan membeli hak-hak rakyat yang kelak akan menjadi tanggung jawab sebagai amanat bagi mereka yang lolos kesenayan.
Tak adalagi kesejahteraan dan kemakmuran bagi rakyat, semua sudah terjual pada saat pemilihan. Yang ada sekarang rakyat menyaksikan para wakil mereka yang berpesta fora menikmati segala fasilitas hidup yang mewah dan bergelimang harta bagian dari proyek-proyek yang dibangun atas dasar bangsa dan Negara.
Beberapa anggota fraksi berharap Setjen DPR tak menganggarkan anggaran yang macam-macam lagi. Karena citra DPR jadi taruhannya.
Dimata rakyat citra DPR sudah busuk dan hancur sudah tidak bisa dipertaruhkan lagi sejujurnya rakya sudah tidak merasa terwakili lagi, setiap permasalahan yang timbul dan menggangu ketentraman dan stabilitas kehidupan rakyat, rakyatlah sendiri yang akan mengurusnya ! mereka turun kejalan berdemo mempertanyakan kebijakan, meminta hak mereka dikembalikan. Dan rakyat tak pernah menang!!  
Kenyataan yang sangat nggak relevan dan jauh tanah dari langit dengan tugas politik DPR. Kakus ko diurusi, kain korden-kursi impor hanya akan membuat nyenyak saat rapat penting urusan rakyat dan Negara saja.
Hampir setiap tahun para anggota DPR tidak pernah sepi dari isu-isu yang menghebohkan, dari mulai pengadaan mobil dinas dengan harga pantastis, perzinaan dan pelecehan sex yang melibatkan anggota dewan yang terhormat, narkoba, korupsi bernilai puluhan hingga ratusan milyar, hingga berkelahi saat rapat karena pendapatnya engga dianggap cerdas atau amplopnya terlalu tipis hingga memicu darah naik ke otak.  
Dimana letak kesalahanya ? sehingga hal-hal yang memalukan ini harus terus menerus terjadi ?!
Letak kesalan sebenarnya ada pada rakyat itu sendiri. Yang dengan ikhlas dan senang hati mau dibodohi dengan menjual hak pilih atas suara yang begitu berharga untuk masa depanya di jual dengan nilai yang sangat-sangat murah sekali, mereka mau menerima bujuk rayuan para caleg yang memberikan beberapa lembar puluhan ribu untuk suara yang akan di keluarkan saat pemilihan. Sadar atau tidak hakekatnya rakyat menjual hak atas kesejahteraan dan kemakmuran dimasa mendatang, dengan seperti itu maka rakyat sudah tidak memiliki hak lagi untuk menuntut apa-apa karena hak mereka pada dasarnya sudah laku terjual. Dan selanjutnya yang akan menikmati segala fasilitas untuk rakyat adalah para wakil mereka di DPR. Karena asas pemilihan yang berlaku saat pilkada adalah asas jual beli. Dimana sipenjual sudah tidak berhak menuntut barang atau jasa yang telah mereka jual, dan sipembeli berhak penuh atas barang atau jasa yang diterima dari hasil modal yang dikeluarkan. Inilah bukti nyata hasil pemilihan berdasarkan demokrasi yang dicita-citakan dan diciptakan dibawah tekanan bangsa lain. Sadar atau tidak kita sudah memetik buahnya yang ranum dengan rasanya yang pahit dan beracun, merontokan sendi-sendi kehidupan bangsa dengan perlahan-lahan tapi pasti menuju kehancuran yang hakiki.

Tidak ada komentar: